October 1, 2020

10 Transfer Terburuk Arsenal dalam 10 Tahun Terakhir

Andre Santos
Andre Santos | Laurence Griffiths/Getty Images

Arsenal selalu identik dengan Arsene Wenger. Manajer asal Prancis menangani tim selama 22 tahun dari 1996 hingga 2018 sebelum digantikan oleh Unai Emery. Kini The Gunners dibesut oleh mantan kapten sekaligus anak asuh Wenger, Mikel Arteta.

Arteta memberikan titel Piala FA di setengah musim ia membesut club sejak datang dari Manchester City. Rekrutan-rekrutan anyar Arsenal musim ini dari David Luiz, Nicolas Pepe, Kieran Tierney, hingga Dani Ceballos berkontribusi mengangkat performa tim.

Kendati club masih inkonsisten bermain Arsenal diyakini punya masa depan cerah bersama Arteta. Pergerakan transfer mereka di musim panas ini akan dinantikan oleh fans.

Berbicara mengenai transfer Arsenal dikenal cukup pelit di bursa transfer ketika dilatih oleh Wenger. Meski begitu Wenger masih tetap merekrut pemain sesuai kebutuhan club. Namun tak semua pemain memberikan kontribusi besar.

Berikut 90min.com merangkum 10 transfer terburuk Arsena selama sedekade terakhir (2010-2020):

Marouane Chamakh
Marouane Chamakh | Dean Mouhtaropoulos/Getty Images

Jago dalam duel bola udara dan target man bagus kala membela Bordeaux pada medio 2002-2010. Di sana Maroaune Chamakh mencetak 56 gol dari 230 pertandingan dan sempat meraih satu titel Ligue 1. Arsenal merekrutnya gratis karena kontrak Chamakh berakhir pada 2010.

Sempat dipinjamkan ke West Ham United pada 2013, Chamakh hanya bertahan tiga tahun dengan Arsenal sebelum dilepas ke Crystal Palace, Tiga tahun itu dihabiskan dengan cedera, inkonsistensi bermain, dan bangku cadangan Arsenal. Terakhir Chamakh membela Cardiff pada 2016.

Sebastien Squillaci
Sebastien Squillaci | Richard Heathcote/Getty Images

Direkrut sebesar empat juta poundsterling pada 2010 dari Sevilla. Cederanya Thomas Vermaelen membuat Sebastien Squillaci bermain reguler. Terbukti di musim pertama dia bermain 32 kali meski performanya tidak bagus-bagus amat.

Pasca musim itu Squillaci semakin ‘tenggelam’ di Arsenal hingga akhirnya dilepaskan pada 2013 usai posisinya digusur Per Mertesacker. Squillaci terakhir bermain pada 2017 dengan Bastia.

FBL-ENG-PR-WESTHAM-ARSENAL
Andre Santos | GLYN KIRK/Getty Images

pemain bertahan kiri asal Brasil diboyong Arsenal dari Fenerbahce pada 2011 sebesar 6,2 juta poundsterling. Andre Santos hanya bertahan selama dua tahun di London Utara sebelum dilepas ke Flamengo pada 2013 – sempat dipinjamkan juga ke Gremio.

Perjalanan Santos di Arsenal dibarengi hujan kritikan atas performanya yang naik turun. Parahnya lagi Santos sempat bertukar baju dengan Robin van Persie ketika Arsenal bertemu Manchester United. Itu membuat fans Arsenal kesal. Santos terakhir bermain pada 2018 bersama Figueirense.

Ryo Miyaichi
Ryo Miyaichi | Michael Regan/Getty Images

Tidak semua pemain asal Jepang sukses berkarier di Eropa. Ryo Miyaichi lolos trial di Arsenal dan teken kontrak profesional pada 2010. Akan tapi Miyaichi hanya tujuh kali bermain dengan Arsenal di turnamen lokal.

Sisanya Miyaichi banyak dipinjamkan ke Feyenoord, Bolton Wanderers, Wigan Athletic, Twente, hingga ia benar-benar dilepas ke FC St. Pauli pada 2015. Masih berusia 27 tahun Miyaichi masih membela St. Pauli.

Carl Jenkinson
Carl Jenkinson | Harriet Lander/Copa/Getty Images

Arsenal merekrutnya dari Charlton Athletic pada 2011. Seperti kebanyakan pemuda Inggris lainnya yang dinilai punya bakat, Carl Jenkinson pun demikian. Namun perjalanannya di Arsenal dilalui dengan masa pinjaman dan cedera.

Hebatnya Jenkinson bertahan di Arsenal hingga 2019 sebelum gabung Nottingham Forest. Selama tiga periode Jenkinson sempat dipinjamkan ke West Ham United dan Birmingham City.

Mathieu Debuchy
Mathieu Debuchy | TF-Images/Getty Images

Arsenal merekrut Mathieu Debuchy pada 2014 dari Newcastle United. Debuchy sedianya diandalkan untuk bermain reguler di posisi kanan pertahanan Arsenal, namun cedera panjang membuatnya kesulitan bermain.

Sempat dipinjamkan ke Bordeaux pada 2016 Debuchy pada akhirnya dilepas permanen ke Saint-Etienne dan masih bermain di sana sampai kini usianya 35 tahun.

Kim Kallstrom
Kim Kallstrom | Shaun Botterill/Getty Images

Bukan transfer permanen melainkan sebagai pemain pinjaman dari Spartak Moscow pada musim 2013-14. Meski begitu transfernya tetap saja unik. Kim Kallstrom tampil hanya empat kali untuk Arsenal dan mencetak satu gol di drama adu penalti kontra Wigan Athletic di ajang Piala FA.

Lucas Perez
Lucas Perez | Catherine Ivill – AMA/Getty Images

Arsenal merekrut Lucas Perez pada 2016 sebesar 17 juta poundsterling. Perez pemain serba bisa yang dapat bermain di seluruh posisi di lini depan, bahkan dia menorehkan hattrick gol di Liga Champions.

Akan tapi Perez kesulitan beradaptasi dan pada akhirnya mencetak hanya tujuh gol untuk Arsenal sebelum dijual ke West Ham United pada 2018. Kini Perez (31 tahun) membela Deportivo Alaves.

FBL-JPN-ARSENAL-ASANO
Takuma Asano | JIJI PRESS/Getty Images

Entah apa yang ada di benak pikiran Arsenal ketika merekrut Takuma Asano pada Juli 2016 dari Sanfrecce Hiroshima. Sang pemain dipinjamkan ke Stuttgart dua periode, Hannover, dan pada 2019 dijual permanen ke Partizan Belgrade. Asano pada akhirnya tak pernah bermain untuk tim utama Arsenal.

Henrikh Mkhitatyan
Henrikh Mkhitaryan | David Ramos/Getty Images

Jadi bagian barter pemain kala Alexis Sanchez ke Manchester United dan Henrikh Mkhitaryan ke Arsenal pada Januari 2018. Seperti halnya Sanchez di United, Mkhitaryan juga kesulitan bermain di Arsenal dan musim ini dipinjamkan ke AS Roma.

Sumber