April 19, 2021

10 Transfer Termahal 2020, Bagaimana Permainan Mereka Sejauh Ini?

“Posisi termahal diduduki Kai Havertz. Di tengah proses adaptasi dia malah terkena covid-19. 9 yang lainnya?”

Libero.id – Di tengah pandemi Covid-19, transfer window musim panas 2020 cukup meriah dengan banyak pemain bagus berpindah club. Kini, usai transfer window musim dingin akan dibuka, bagaimana kondisi mereka?

Memasuki Natal-Tahun Baru, rumor perpindahan pemain kembali marak diperbincangkan media-media sepakbola Eropa. Sejumlah nama pemain top maupun pesepakbola muda lalu lalang di pasar pemain. Ada yang diincar untuk dibeli. Tapi, beberapa dibidik dengan status pinjaman.

Situasi itu akan semakin intensif ketika memasuki akhir Desember dan awal Januari tahun depan. Berkaca pada transfer window musim panas yang lalu, beberapa club ternyata sangat menggemari transfer di menit-menit akhir. Mereka melakukan negosiasi untuk mendapatkan sang pemain buruan.

Berikut ini 10 pemain termahal 2020 dan bagaimana mereka menjalani pertandingan musim 2020/2021:

10. Nathan Ake (41 juta pounds)

Nyaman bermain sebagai pemain bertahan tengah dan pemain bertahan kiri, bisa dimengerti mengapa Pep Guardiola merekrut Ake musim panas ini. Meski pernah menjadi bagian dari tim inti Bournemouth yang terdegradasi musim lalu, Ake adalah pemain bertahan berpengalaman Liga Premier dan mapan di lini belakang Belanda.

Waktunya di Man City sejauh ini terhenti. Cedera memperlambat kemajuannya. Apalagi, dia sempat menjadi bagian dari pertahanan yang menjadi penyebab kekalahan dari Leicester City. Sulit untuk menghilangkan kesan bahwa pemain seperti Ruben Dias, Eric Garcia, dan Aymeric Laporte adalah pilihan yang lebih disukai di pemain bertahan tengah.

9. Thomas Partey (45 juta pounds)

Libero.id

Kredit: premierleague.com

Ketika Arsenal mengumumkan transfer Partey dari Atletico Madrid, banyak yang kaget. Banyak yang menyebut sebagai pembelian cerdas karena pemuda asal Ghana itu punya kemampuan yang bagus. Tapi, cedera menghambat kemajuan Partey. Apalagi, The Gunners juga terpuruk di Liga Premier.

8. Mauro Icardi (45 juta pounds)

Icardi sudah bermain di PSG dengan status pinjaman musim lalu. Dia mencetak 20 gol dan memenangkan treble domestik. usai memutuskan Neymar dan Kylian Mbappe tidak cukup dalam mencetak gol dan membuat para pemain bertahan menangis, juara Prancis itu melakukan langkah dengan mempermanenkan Icardi.

Sayang, Icardi sempat terjangkit Covid-19. Dia telah mencetak 2 gol dalam 5 penampilan sejak dinyatakan sembuh dan bisa bermain lagi bersama rekan-rekannya.

7. Ben Chilwell (45 juta pounds)

Libero.id

Kredit: instagram.com/benchilwell

Pertahanan Chelsea sangat buruk musim lalu. Ada saat-saat di mana kita tergoda untuk percaya bahwa garis belakang mereka akan dikalahkan oleh tim-tim gurem. Karena itu, pembenahan dilakukan Frank Lampard.

Bersamaan dengan kedatangan Edouard Mendy dan Thiago Silva, Chelsea menghabiskan banyak uang untuk pemain bertahan sayap Leicester, Ben Chilwell. Pemain timnas Inggris itu tampil hidup di Stamford Bridge. Sejak debutnya pada bulan Oktober, Chelsea hanya kebobolan 5 gol dalam 8 penampilan.

6. Timo Werner (47,5 juta pounds)

Werner seharusnya terbukti sukses di Stamford Bridge usai apa yang ditunjukkan di club lamanya di Jerman, RB Leipzig. Tapi, masih butuh waktu untuk melihat apakah dia bisa benar-benar menjadi pemain yang berpengaruh untuk The Blues. Sejauh ini dia sudah bermain 11 kali di Liga Premier dengan mengoleksi 4 gol.
 

5. Miralem Pjanic (54 juta juta pounds)

Libero.id

Kredit: twitter.com/fcbarcelona

Barcelona memanfaatkan kesempatan untuk membeli gelandang Bosnia-Herzegovina itu dalam kesepakatan pertukaran dengan Juventus untuk Arthur Melo dari Brasil. Ada optimisme ketika Pjanic datang ke Camp Nou usai apa yang dikerjakan untuk La Vecchia Signora selama bertahun-tahun.

usai 10 pertandingan pertama La Liga, anggapan bahwa Pjanic adalah orang yang tepat pada waktu yang salah telah berkembang. Dengan Barcelona dalam kekacauan dan membutuhkan perombakan besar-besaran, bisa dipastikan bahwa merekrut pemain berusia 30 tahun tidak menunjukkan bisnis yang cerdik.

Pjanic jarang bermain. Dia juga tumpul. Yang paling parah adalah rumor yang menyatakan dia menghendaki pintu keluar Camp Nou segera dibuka pada transfer window musim dingin.

4. Ruben Dias (61,64 juta pounds)

Dias telah berbicara tentang bagaimana jadwal padat telah membantunya mendapat kesempatan untuk berkembang. Pep Guardiola telah membuat pemain bertahan tengah asal Portugal itu awal yang solid untuk kariernya di Man City. Buktinya, The Citizens hanya kebobolan kurang dari 1 gol dalam satu pertandingan ketika Dias bermain. Di usia yang baru menginjak 23 tahun, Dias tampaknya memiliki potensi untuk menjadi pemain utama di Eithad Stadium untuk tahun-tahun mendatang.

3. Victor Osimhen (63 juta juta pounds)

Libero.id

Kredit: instagram.com/victorosimhen9

Osimhen bergabung dengan Napoli selama musim panas dan menjadi pesepakbola Afrika termahal sepanjang masa. Penampilan di Lille memberinya kesempatan ke Italia. Mencetak 18 gol musim lalu, pemain internasional Nigeria berusia 21 tahun itu dianggap sebagai salah satu prospek sepakbola dunia paling cemerlang. Hasilnya, dia sudah mencetak 2 gol dalam 6 penampilan sejauh ini.

2. Arthur Melo (65 juta pounds)

Hanya beberapa bulan memasuki musim ini. Tapi indikasi awal menunjukkan bahwa Juventus telah mendapatkan kesepakatan pertukaran Arthur-Pjanic yang lebih baik. Dengan gaya permainan yang membuatnya dibandingkan dengan pemain hebat seperti Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, Arthur telah ditempatkan di lini tengah Juventus dengan mudah dan telah bermain 6 kali di Serie A musim ini.

Jika ada yang tahu seperti apa seorang gelandang yang baik, itu adalah Andrea Pirlo. Tapi, Arthur harus membuktikan nilainya di depan sang pelatih. Jika dia mampu mencuri hati Pirlo, karier Arthur akan cerah di Italia.

1. Kai Havertz (72,8 juta pounds)

Libero.id

Kredit: chelseafc.com

Havertz adalah transfer termahal di awal musim ini. Hasilnya, memang sesuai dengan nilai mata uang yang dibayarkan Chelsea kepada Bayer Leverkusen. Havertz baru berusia 21 tahun dan menetap di negara baru. Dia juga terkena Covid-19. Tapi, hattrick di Piala Liga melawan Barnsley adalah indikasi dari apa yang bisa dia lakukan di masa sekarang dan masa depan.