September 18, 2020

5 Pemain yang Beruntung Pernah Bela Madrid, Nomor 2 Sempat Berkostum Borneo FC : Okezone Bola

REAL Madrid adalah club paling sukses di Liga Spanyol dan Liga Champions. Los Blancos –julukan Madrid– tercatat mengoleksi 33 trofi Liga Spanyol dan 13 gelar Liga Champions. Karena itu, pencapaian istimewa bagi pemain jika mendapatkan kesempatan bermain di tim sebesar Madrid.

Tentu sebelum mendatangkan pemain yang diburu, kubu Madrid melakukan riset mendalam. Hanya saja, tidak semua pemain yang didatangkan Madrid bersinar bersama mereka.

Bahkan, beberapa di antaranya tidak memiliki catatan impresif sebelum akhirnya diboyong Madrid. Bisa dibilang, betapa beruntungnya pemain-pemain di bawah karena ini memiliki kesempatan membela Madrid meski memiliki skill biasa-biasa saja. Siapa saja?

Berikut 5 pemain yang beruntung pernah bela Real Madrid:

5. Emmanuel Adebayor

Adebayor

Adebayor pernah menggila bersama Arsenal. Selama 3,5 membela Arsenal dari Januari 2006 hingga Juni 2009, penyerang berpaspor Togo itu mengoleksi 62 gol dari 142 pertandingan di semua kompetisi. Performa apik itu membuat Adebayor diboyong Manchester City pada musim panas 2009. Adebayor memutuskan hengkang ke Man City karena mendapatkan bayaran yang jauh lebih tinggi ketimbang yang diterima bersama Arsenal.

Selama membela Man City, Adebayor hanya mencetak 19 gol dari 45 pertandingan di semua kompetisi. Tidak disangka, performa standar di atas sudah cukup meyakinkan pelatih Madrid saat itu, Jose Mourinho, untuk meminjam Adebayor dari Man City selama enam bulan pada Januari 2011.

Hasilnya tak bisa dikatakan buruk karena ia mampu mengoleksi delapan gol dari 22 pertandingan. Meski begitu, manajemen Madrid tidak mempermanenkan status Adebayor ketika kontraknya berakhir pada 30 Juni 2011. Saat ini, Adebayor yang berusia 36 tahun tidak memiliki club.

4. Royston Drenthe

Drenthe

Nama Drenthe mencuat usai membawa Tim Nasional Belanda juara Piala Eropa U-21 2007. Saat itu berperan sebagai winger kiri, Drenthe keluar sebagai pemain terbaik Piala Eropa U-21 2007. Keberhasilan di atas membuat Drenthe diboyong Madrid dari Feyenoord Rotterdam pada bursa transfer musim panas 2007.

BACA JUGA: 5 Calon Peraih Trofi Ballon dOr 2020 per Juli, Nomor 1 Paling Tajam

Bersama Madrid, kualitas maksimal gagal ditampilkan winger berambut panjang tersebut. Dari 65 pertandingan di semua kompetisi, Drenthe hanya mengoleksi lima gol dan empat assist. usai dipinjamkan ke Hercules dan Everton, Drenthe dilepas begitu saja oleh Madrid pada musim panas 2012. Saat ini, Drenthe yang berusia 33 tahun hanya membela tim Divisi III Liga Belanda, Kozakken Boys

3 Antonio Cassano

Cassano

Sebelum gabung Madrid pada musim dingin 2006, tak ada pencapaian istimewa yang disabet Antonio Cassano sebagai pemain. Sebenarnya, Cassano adalah salah satu pesepakbola berbakat yang pernah dimiliki Italia. Namun, gaya hidupnya yang kerap berkaitan dengan dunia malam menurunkan performanya.

Ketika membela Madrid selama 1,5 tahun (Januari 2006 hingga Juni 2007), Cassano mengaku meniduri 600 perempuan! usai bercinta, Cassano juga mengonsumsi tiga hingga empat kue, makanan yang diharamkan bagi pesepakbola karena dapat meningkatkan berat badan tubuh.

Karena itu, tak heran selama membela Madrid Cassano hanya mengemas empat gol dari 29 pertandingan. Alhasil, ia pun dilepas ke Sampdoria pada musim panas 2007. Bagaimana dengan saat ini? Cassano tercatat telah pensiun sebagai pesepakbola sejak 2018.

2. Julien Faubert

Faubert

Madrid sempat membuat rekrutan aneh pada bursa transfer musim dingin 2009. Madrid mendatangkan gelandang West Ham United, Julien Faubert, yang secara kualitas masih jauh di bawah gelandang-gelandang Madrid saat itu seperti Wesley Sneijder, Rafael van der Vaart, Fernando Gago hingga Lassana Diarra.

Alhasil, pemain yang sempat membela Borneo FC di Liga 1 2018 itu hanya menghangatkan bangku cadangan selama enam bulan membela Madrid. Tercatat, Faubert hanya dua kali membela Madrid saat itu.

Jika ditotal, Faubert hanya turun selama 54 menit! Gelandang berpaspor Prancis itu dikontrak selama enam bulan dan mendapatkan gaji 1,51 juta euro (Rp24,7 miliar). Hal itu berarti jika dibandingkan menit tampil dan gaji yang diterima, Faubert mendapatkan 28 ribu euro atau setara Rp450 juta per menit!

Tidak sampai di situ, Faubert sempat membuat tingkah unik. Saat Madrid bertandang ke markas Villarreal (Estadio El Madrigal) di pekan 36 Liga Spanyol 2008-2009, Faubert terlihat ketiduran di bangku cadangan (bench) Madrid. Karena itu, Madrid tidak mempermanenkan status Faubert di musim panas 2009.

1. Jonathan Woodgate

Woodgate

Woodgate sempat digadang-gadang bakal muncul sebagai pemain bertahan andalan Tim Nasional Inggris, berpasangan dengan Rio Ferdinand dan John Terry. Alhasil, pada musim panas 2004 Madrid memboyong Woodgate dari Newcastle United. Apes bagi Woodgate, baru saja didaratkan, ia mengalami cedera lutut dan absen di sepanjang musim 2004-2005.

Kemudian di musim 2005-2006, Woodgate juga akrab di ruang perawatan. Sepanjang musim tersebut, pemain yang memutuskan pensiun pada 2016 itu hanya turun dalam 14 pertandingan. Bahkan, pertandingan debutnya berakhir nahas bagi pria yang kini berusia 40 tahun tersebut.

Di pekan ketiga Liga Spanyol 2005-2006, ia membuat gol bunuh diri dan dikartu merah saat Madrid kalah 1-3 dari tim tamu Athletic Bilbao. Singkat kata, usai dipinjamkan pada musim 2006-2007, Woodgate dilepas secara permanen ke Middlesbrough semusim kemudian.


Sumber