August 8, 2020

5 Pemain yang Sedih Ditinggalkan Rekan Setim, Nomor 2 Libatkan Cristiano Ronaldo : Okezone Bola

PERSAHABATAN selalu ada di antara pemain dalam sebuah club. Persahabatan terjalin bukan hanya karena faktor profesionalisme, melainkan juga kecocokan sifat, sikap, atau bahkan gaya hidup. Eratnya persahabatan di antara para pemain, akan tercermin dari permainan mereka di atas lapangan. Beberapa pemain akan tampil luar biasa, saat bekerja sama dengan sahabatnya.

Namun, setiap pertemuan akan berujung perpisahan. Persahabatan antarpemain terkadang menjadi renggang ketika salah satunya pindah ke club lain. Mereka bahkan terkadang harus menjadi lawan dalam pertandingan. Akan akan tetapi, itu adalah salah satu bagian dari kehidupan pesepakbola. Berikut lima pemain yang sedih berpisah dengan rekan setimnya, menyadur dari Sportskeeda, Selasa (7/7/2020):

5. Bacary Sagna dan Alex Song (Arsenal, 2007-2012)

Bacary Sagna dan Alex Song  (Foto: Sportskeeda)

Bacary Sagna dan Alex Song sama-sama didatangkan Arsenal pada musim 2007-2008. Hubungan Sagna-Song pun semakin erat seiring seringnya mereka berlatih dan bermain bersama dalam pertandingan. Akan akan tetapi, kebersaamaan mereka berakhir pada musim 2011-2012.

Musim itu jadi tahun terakhir Sagna dan Song berakhir bersama. Sebab, Song pindah ke Barcelona pada bursa transfer musim panas 2012. Sagna pun menyayangkan kepergian Song ke Barcelona, apalagi sahabatnya masih memiliki kontrak tiga tahun dengan Arsenal.

4. Sergio Ramos dan Mesut Ozil (Real Madrid, 2010-2013)

Sergio Ramos dan Mesut Ozil (Foto: Sportskeeda)

Real Madrid membeli Mesut Ozil pada bursa transfer musim panas 2010 dari Werder Bremen. Sejak itu, Ozil pun mulai menjalin hubungan dengan Sergio Ramos. Ramos yang sudah bergabung dengan Madrid dari 2005 kerap membantu Ozil  beradaptasi.

Ramos begitu kehilangan Ozil saat pemain berpaspor Jerman itu pindah ke Arsenal pada bursa transfer musim panas 2013. Ramos pada waktu itu mengaku kehilangan teman yang istimewa, saat Ozil memutuskan pergi dari Los Blancos –julukan Madrid.

3. John Terry dan Frank Lampard (Chelsea, 2001-2014)

John Terry dan Frank Lampard (Foto: Sportskeeda)

John Terry dan Frank Lampard sudah besahabat sejak masih menimba ilmu sepakbola di Akademi West Ham United. Akan akan tetapi, mereka kemudian berpisah saat Terry memutuskan pindah ke Chelsea pada bursa transfer musim panas 2005.

Chelsea lalu membeli Lampard pada bursa transfer musim panas 2005, sehingga kedua pemain itu pun kembali bersatu. Sejak itu, Terry dan Lampard saling bahu-membahu untuk membantu Chelsea mengukir prestasi di kompetisi domestik maupun Eropa. Chelsea kemudian menjual Lamard ke New York City pada akhir musim 2013-2014. Meski Terry dan Lampard kembali terpisah, persahabatan mereka tetap terjalin hingga sekarang.

2. Cristiano Ronaldo dan Angel Di Maria (Real Madrid, 2010-2014)

Cristiano Ronaldo dan Angel Di Maria (Foto: Sportskeeda)

Cristiano Ronaldo telah menjadi salah satu legenda Madrid, karena prestasinya selama sembilan musim (2009-2018) di Santiago Bernabeu. Akan akan tetapi, Ronaldo tidak meraih semua prestasi itu sendiri. Pemain berpaspor Portugal itu menerima bantuan dari rekan-rekan setimnya, terutama Angel Di Maria.

Di Maria datang ke Madrid semusim usai Ronaldo, tepatnya pada bursa transfer musim panas 2010. Sejak itu, Ronaldo bersahabat dengan pemain berpaspor Argentina tersebut. Di Maria sering membantu Ronaldo mencetak gol, dengan assist-assist luar biasanya.

Ronaldo sangat kecewa, ketika Madrid menjual Di Maria ke Manchester United pada bursa transfer musim panas 2014. Ronaldo bahkan sempat mengkritik keputusan Madrid itu karena menurutnya Di Maria adalah pemain yang luar biasa. Akan akan tetapi, keputusan itu tidak bisa dibatalkan.

1. Steven Gerrard dan Xabi Alonso (Liverpool, 2004-2009)

Steven Gerrard dan Xabi Alonso (Foto: Sportskeeda)

Steven Gerrard dan Xabi Alonso adalah duet gelandang andalan Liverpool pada 2004-2009. Keberadaan Alonso membuat Gerrard leluasa membantu serangan Liverpool. Mereka juga adalah pemain kunci bagi Liverpool, saat menciptakan keajaiban di final Liga Champions 2004-2005.

Namun, kebersamaan mereka harus berakhir pada bursa transfer musim panas 2009. Madrid membeli Alonso untuk membentuk Los Galacticos kedua. Uang yang Madrid tawarkan tidak bisa Liverpool tolak. Gerrard sangat murka dengan penjualan Alonso, sehingga menyebut Pelatih Liverpool waktu itu, Rafael Benitez, bodoh.


Sumber