November 24, 2020

5 Pemain yang Tak Seharusnya Dijual Barcelona, Nomor 1 Top Skor Piala Dunia 2002 : Okezone Bola

BARCELONA adalah club yang sering kali menghasilkan pemain yang berasal dari akademi mereka, La Masia. Namun, selain dari akademi, mereka juga dikenal sangat aktif di bursa transfer dan telah mendatangkan nama-nama besar.

Namun, ada pemain berbakat yang seharusnya bertahan di Barcelona. Nama yang paling terkenal yakni Neymar Jr yang pindah dari Barcelona ke Paris Saint-Germain (PSG) pada musim panas 2017.

Berikut 5 pemain yang seharusnya tidak dijual Barcelona:

5. Cesc Fabregas

usai delapan tahun penantian yang panjang, Fabregas kembali ke Barcelona dari Arsenal. Namun, reuni Fabregas dan Barcelona tidak berjalan mulus.

Baca juga: 8 Mobil Mewah Milik Eden Hazard, Total Harganya Capai Rp18 Miliar!

Baca juga: 5 Pemain Non-Muslim yang Ogah Konsumsi Alkohol, Nomor 2 Megabintang Juventus

Foto/Arsenal

Lulusan La Masia tersebut hanya bermain tiga tahun di Barcelona, Fabregas bermain 151 kali dan mencetak 42 gol dan 50 assist. usai itu ia dijual club asal London, Chelsea.

Bersama The Blues, Fabregas bermain apik selama 5 tahun. Ia mencetak 22 gol dan 57 assist dari 198 kali penampilan. Ia juga membantu Chelsea meraih dua kali juara Liga Inggris 2014-2015 dan 2016-2017.

4. Alexis Sanchez

Pada 2014, tahun terakhirnya di Barcelona, Sanchez mencetak 21 gol dan 16 assist di semua kompetisi. Ia berada di urutan kedua di di bawah Lionel Messi yang mencetak 41 gol. Namun, Barcelona tetap menjual pemain asal Cile tersebut ke Arsenal pada akhir musim 2013-2014.

Selama 4 tahun berkarier di Arsenal, Sanchez memproduksi 80 gol dan 45 assist dari 166 kali penampilannya. Ia juga membantu tim Meriam London, meraih gelar 2 kali piala FA.

Foto/Inter Milan

3. Yaya Toure

Gelandang Pantai Gading itu dijual Barcelona ke Manchester City pada 2010. Meskipun jarang dimainkan, ia adalah bagian dari tim Barcelona pada 2009 yang yang memenangkan enam trofi dalam satu tahun.

Foto/Barcelona

Selama di Barcelona, peran Toure selalu berada di depan Sergio Busquets, yang selalu dijadikan gelandang bertahan pilihan pertama Blaugrana.

Pelatih Barcelona ketika itu Pep Guardiola menyesalkan kepergiaannya. Dia mengakui Toure adalah pemain kunci bagi club. Toure kemudian bersatu kembali dengan Guardiola di Man City.

Selama di Man City, Toure membantu klubnya meraih tiga gelar juara Liga Inggris, 1 Piala FA dan tiga kali mahkota Piala Liga Inggris.

2. Samuel Eto’o

Pemain internasional Kamerun memenangkan Pemain Terbaik Afrika selama tiga tahun berturut-turut saat ia membela Barcelona dari 2004-2009. Eto’o adalah pemain terbaik final Liga Champions 2005-2006 saat Barcelona menang 2-1 atas Arsenal.

Foto/Inter Milan

Selama di Barcselona, Eto’o sangat produktif membuat gol. Dia mencetak 130 gol dan 40 assist dari 199 kali penampilan. Terlepas dari jasanya, ia dipaksa keluar dari Barcelona karena hubungannya retak dengan pelatih Barcelona saat itu, Pep Guardiola.

Anehnya, Guardiola memutuskan menukar menjual Eto’o dengan Zlatan Ibrahimovic dari Inter Milan. Namun, Eto’o membuktikan dia masih bertaji. Dia membawa Inter Milan meraih tiga gelar pada musim 2009-2010, yakni trofi Liga Champions, juara Liga Italia dan Coppa Italia.

1. Ronaldo Luis Nazario

Barcelona merekrut Ronaldo Luís Nazário de Lima pada 1996 dari PSV Eindhoven. Saat itu nilai transfernya menjadi yang termahal dengan mahar USD19,5 juta. Selama musim 1996-1997, Ronaldo mencetak 47 gol dari 49 pertandingan di semua kompetisi.

Dia memimpin Barcelona saat meraih Piala Winners, turnamen yang mempertemukan para kampiun turnamen domestik. Ronaldo juga mencetak gol kemenangan di final, dan juga membantu mereka untuk memenangi Copa del Rey dan Piala Super Spanyol.

Foto/Real Madrid

Pada akhir 1996, saat usianya 20 tahun, Ronaldo menjadi pemain termuda yang memenangkan Pemain Terbaik Dunia. Dia juga memenangkan penghargaan pencetak gol terbanyak La Liga Spanyol pada 1997 dengan 34 gol dalam 37 pertandingan.

Barcelona mungkin membuat salah satu kesalahan terbesar dalam sejarah transfer mereka karena membiarkan Ronaldo pergi ke Inter Milan pada 1997.

Ronaldo lalu hijrah ke rival Barcelona, Real Madrid, pada Agustus 2002. Selama bermain untuk Madrid, Ronaldo mencetak 104 gol dari 177 kali tampil. Dia juga membawa Los Blancos meraih dua gelar juara La Liga Spanyol.


Sumber