March 3, 2021

Akademi PSS Sleman Tetap Bergerak di Tengah Penghentian Kompetisi

Berita Liga 1 Indonesia: Penghentian kompetisi Liga 1 Indonesia tak serta merta membuat Akademi PSS Sleman ikut berhenti bergerak. Tim U-16, U-18 dan U-20 tetap berlatih sejak September 2020. Sampai sejauh ini terdapat lebih dari 70 pemain berstatus trial dan berlatih secara mandiri dengan didampingi tim pelatih serta tim analisis.

Kepala Development Center PSS Sleman, Guntur Cahyo Utomo menyebut, meski penghentian kompetisi cukup menyulitkan tapi di sisi lain ada beberapa eksperimen yang dapat dilakukan tim pelatih.

“Terhentinya kompetisi usia muda memang merugikan karena tak adanya medium untuk bertanding secara kompetitif. Namun pada sisi lain didapatkan keuntungan untuk mengembangkan dan bereksperimen berbagai hal, tanpa dikejar kompetisi,” ujarnya seperti dilansir laman resmi club.

Peran penting akademi sepak bola tak hanya dilihat dari aspek pembinaan, tapi juga pengembangan bisnis sebuah club. Memang dibutuhkan modal tidak kecil untuk mewujudkan sebuah akademi yang benar-benar siap dan profesional. Namun keuntungan yang didapatkan bagi sebuah club tidaklah sedikit, baik untuk bibit atau calon-calon pemain yang akan memperkuat tim senior maupun dari aspek bisnis.

Para pemain Akademi PSS Sleman pada 2020 ini juga menorehkan catatan tersendiri. Terdapat 6 pemain yang terpilih bergabung dengan tim senior dan 5 pemain ke club lain.

Selain itu, sebanyak 6 pemain muda dipanggil timnas Indonesia. Satu pemain timnas U-19, 4 peman tengah menjalani seleksi timnas U-16 dan 1 pemain terpilih dalam skuat Garuda Select III.

“Catatan itu membuat Akademi PSS Sleman makin bersemangat untuk terus mengembangkan bibit-bibit pemain muda ke level yang lebih tinggi,” kata Guntur.

Selain itu, keberhasilan para pemain akademi menembus timnas Indonesia juga membuktikan bahwa pembinaan pemain tidak bisa dilakukan secara instan. Bibit-bibit pemain usia muda harus dicermati, diberikan jalan untuk bisa lebih berkembang.

Menurut Guntur yang pernah menjadi asisten pelatih timnas Indonesia U-19, tim Development Center PSS Sleman juga menyiapkan buku Super Elja Method. Buku tersebut adalah panduan untuk mengembangkan pemain terutama dalam tataran teknis. Tujuan buku tersebut ada ukuran apakah metode yang sudah diterapkan sukses atau tidak.

“Kami berharap akhir Desember 2020 buku itu sudah selesai cetak,” tambahnya.

Artikel Tag: guntur, timnas Indonesia, PSS Sleman