March 5, 2021

Arsenal yang Suka Beli Pemain Mahal lalu Mubazir

London

Arsenal lagi dikritik habis-habisan. Bukan cuma soal penampilan di lapangan, tapi juga soal membeli pemain yang mahal lalu mubazir.

Arsenal sementara masih terseok-seok terlempar dari papan atas bahkan dari 10 besar Klasemen Liga Inggris. The Gunners sementara berada di peringkat ke-14 dengan 13 poin hasil dari empat kali menang, sekali seri, dan sekali kalah.

Dilansir dari Daily Star, ada beberapa masalah yang sedang menimpa Arsenal. Dari mandeknya lini serang, masalah internal sesama pemain yang baku hantam, sampai soal kebijakan club untuk membeli pemain.

Beberapa musim terakhir, Arsenal suka membeli pemain muda dengan harga mahal. Namun ujung-ujungnya, tak sesuai dengan ekspektasi.

Sebut saja misalnya Nicolas Pepe, pemain muda asal Pantai Gading yang berusia 25 tahun ini memecahkkan rekor club sebagai pemain termahal.

Nicolas Pepe dibeli Arsenal dari club asal Prancis, Lille di tahun 2019. Harganya fantastis, sebesar 72 juta paun atau setara Rp 1,3 triliun.

Musim lalu, Nicolas Pepe bermain sebanyak 31 kali. Tapi, cuma bisa menyumbang lima gol dan enam aassist.

Musim 2020/2021 sekarang, sejauh ini dirinya sudah bermain delapan kali dan baru bisa bikin satu gol. Harganya yang begitu mahal dipertanyakan.

LONDON, ENGLAND - JULY 12: Nicolas Pepe of Arsenal reacts during the Premier League match between Tottenham Hotspur and Arsenal FC at Tottenham Hotspur Stadium on July 12, 2020 in London, England. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in all fixtures being played behind closed doors. (Photo by Michael Regan/Getty Images)Nicolas Pepe (Getty Images/Michael Regan)

Sebelumnya, juga ada beberapa pemain yang dibeli dengan harga mahal tapi juga kurang memuaskan. Salah satunya Henrikh Mkhitaryan.

Henrikh Mkhitaryan dibeli dari Manchester United di tahun 2018, sebagai bagian dari ‘penukaran’ Alexis Sanchez. Arsenal harus merogoh kocek sedalam 30,6 juta paun atau setara Rp 570 miliar.

Pemain asal Armenia itu kerap diganggu cedera. Permainannya juga seperti sulit menyatu dengan taktik dari manajer. Alhasil, cuma mencatatkan 59 penampilan dengan sembilan gol dan 13 assist. Selanjutnya dipinjamkan sampai dilepas dengan status bebas transfer ke AS Roma.

LONDON, ENGLAND - JULY 28: Henrikh Mkhitaryan of Arsenal in action during the Emirates Cup match between Arsenal and Olympique Lyonnais at the Emirates Stadium on July 28, 2019 in London, England. (Photo by Michael Regan/Getty Images)Henrikh Mkhitaryan (Michael Regan/Getty Images)

Ada lagi pemain bertahan tengah asal Jerman Shkodran Mustafi. Dirinya diboyong dari Valencia di tahun 2016, dengan banderol 36,9 juta paun atau setara Rp 691 miliar.

Mustafi sempat jadi pilihan utama, tapi lama-lama terpinggirkan. Selain karena cedera, penampilannya disebut tidak sekukuh yang dikira.

LONDON, ENGLAND - FEBRUARY 23: Shkodran Mustafi of Arsenal during the Premier League match between Arsenal FC and Everton FC at Emirates Stadium on February 23, 2020 in London, United Kingdom. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)Shkodran Mustafi (Getty Images/Catherine Ivill)

Teranyar, pemain muda William Saliba dibeli Arsenal dari Saint-Etienne seharga 27 juta paun atau seharga Rp 505 miliar pada tahun 2019.

pemain bertahan tengah berusia 19 tahun ini tetap dipinjamkan dulu musim lalu ke club lamanya. Kini, pemain asal Prancis itu sudah kembali ke Arsenal tapi masih dalam tahap pemulihan cedera.

(aff/cas)