September 30, 2020

Boyong pemain bertahan club Prancis, Arsenal Ogah Keluar Modal

RADAR NONSTOP – Arsenal mulai menekan anggaran pembelian pemain. The Gunners kini hanya mengincar pemain yang masa kontraknya akan habis. Salah satunya pemain bertahan milik OGC Nice, Malang Sarr.

Malang Sarr menjadi pesepakbola muda yang dibidik untuk didapatkan oleh beberapa club. Seperti dikutip dari Daily Mail, Arsenal menjadi salah satunya dari sejumlah club yang tertarik, namun RB Leipzig juga tidak kalah siap untuk memboyong pemain ini.

club yang akan mendapatkan Sarr di bursa transfer pemain tak perlu mengeluarkan dana berlebih, karena ia tersedia dengan biaya gratis usai kontraknya dengan OGC Nice berakhir pada akhir Juni 2020, dan tidak diperpanjang lagi.


BERITA TERKAIT :

Khawatir Jadi ‘Racun’, Mesut Ozil Pantas Dibuang


Pemain kelahiran 1999 ini memainkan peran yang cukup besar bagi Nice pada musim 2019-2020, dengan memainkan 16 dari 28 pertandingan dan mengakhiri musim Ligue 1 Prancis dengan finis di urutan kelima.

Malang Sarr memang adalah pemain dengan rekam jejak yang bagus. Sejak muda, ia dipercaya untuk membela Timnas Prancis pada kelompok usia U-17, U-19, bahkan ia memimpin pertandingan melawan Toulouse dan telah mencatatkan 8 penampilan untuk tim U-21 negaranya.

Pertahanan Arsenal sangat membutuhkan bantuan, Sarr menjadi pemain dengan kaki kidal yang dominan di lini pertahanan dan jika dibutuhkan ia juga dapat bermain sebagai seorang pemain bertahan sayap.

Kerapuhan The Gunners pada lini belakang memantik mereka berbenah pada kekuatan tim agar tidak menjadi masalah lagi musim ini. Memboyong pemain di bursa transfer sembari menekan bujet pun bisa jadi solusi.

Pasalnya, anggaran yang dimiliki club asal London Utara ini dikabarkan cukup terbatas disebabkan adanya krisis pandemi virus corona, yang berarti pemain dengan status bebas transfer seperti Sarr bisa menjadi pilihan yang paling baik.

Hasil analisis independen dari Arsenal Supporters’ Trust (AST) menghitung bahwa kerugian The Gunners bisa mencapai Rp2 triliun (144 juta Poundsterling), jika musim depan pertandingan terus dilaksanakan tertutup di setiap pertandingan tanpa ada kehadiran penonton.





Sumber