November 26, 2020

Eks pemain bertahan Persija Jakarta Soroti Harga Tinggi Pemain Muda di Bursa Transfer

TRIBUNJAKARTA.COM,JAKARTA- Bursa tranfer sepak bola Indonesia sekarang berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya.

Khususnya pada nilai pasar pemain muda yang begitu mencolok.

Sebut saja Evan Dimas yang direkrut Persija Jakarta beberapa waktu lalu yang dilaporkan senilai Rp 5,2 Miliar , pemain bertahan Bali United, Ricky Fajrin senilai Rp 4,8 Miliar, Febri Hariadi senilai Rp 5,9 Miliar dan masih ada pemain lainnya.

Harga tinggi pemain lokal Indonesia meskipun masih berusia muda ternyata mampu membawa dampak positif maupun negatif.

Hal ini dikatakan oleh mantan pemain bertahan tengah Persija Jakarta, Aris Indarto.

“Positifnya, dengan dihargai tinggi otomatis si pemain dapat merubah kesejahteraannya,” buka Aris yang kini memegang lisensi B AFC kepada Warta Kota belum lama ini.

Ada pun dampak negatifnya adalah, nilai tinggi mampu membuat pemain terlalu percaya diri dan lupa meningkatkan kualitasnya.

Persija dan Marco Motta Belum Sepakat, Manajemen Terus Negosiasi Ajak Bergabung

Absen Lama Perkuat Persija, Rohit Chand Perlu Waktu Bisa Nyetel Lagi Bareng Tim

Jika hal itu berlanjut, Aris menjelaskan dapat membuat permasalahan baru di pemain nantinya.

“Pasti semua bertanya-tanya apakah benar si pemain dihargai semahal itu? dan mengapa harganya mahal namun tak sesuai ekspektasi?, ini yang membuat ketidakpercayaan akan harga tranfer itu lagi,” tutup pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah 23 Februari 1978 ini. (WARTAKOTALIVE.COM/Rafsanzani Simanjorang)



Sumber