December 2, 2020

Ikut Program Fisioterapis Persebaya, Ini Hasil yang Didapat Patrich Wanggai

Berita Liga 1 Indonesia: Semenjak kompetisi Liga 1 Indonesia 2020 dihentikan karena pandemi virus Corona atau Covid-19 pada pertengahan Maret lalu, pemain Persebaya Surabaya diminta untuk secara mandiri menjaga kondisi fisik. Sebagai pemain profesional, Patrich Wanggai serius dalam menjalani instruksi tim pelatih tersebut.

Sebagai bukti keseriusannya itu, Patrich Wanggai ikut ambil bagian dalam program latihan yang diiniasi oleh fisioterapis Persebaya Surabaya, Samudra.

“Saya sudah ikut program dari Sam sekitar empat bulan, usai liga berhenti langsung inisiatif ikut program,” ungkap Patrich seperti dilansir laman resmi Persebaya Surabaya.

Adik dari mantan gelandang Persebaya Surabaya, Izaac Wanggai tersebut mengatakan bahwa program latihan dari Samudra dapat membantunya menjaga kondisi fisik. Terlebih lagi, Patrich juga mengalami penurunan berat badan yang cukup banyak usai menjalani latihan bersama fisioterapis Persebaya tersebut.

Memang Persebaya Surabaya sendiri tidak menerapkan sanksi atau denda bagi pemain yang berat badannya bertambah, dengan catatan tidak overweight. Namun penyerang yang pernah membela timnas Indonesia tersebut justru berniat menurunkan berat badan dari sebelumnya, agar lebih prima saat kembali merumput nantinya.

“Jelas terbantu untuk menjaga kondisi fisik, dan yang paling saya rasakan beeat badan turun cukup banyak usai mengikuti program,” jelasnya.

Demi mewujudkan targetnya dalam menjaga berat badan, Patrich juga melakukan diet ketat. Selain tentunya berlatih di gym dan di lapangan tenis apartemen bersama Oktafianus Fernando dan Makan Konate.

“Kita latihan di gym dan di outdoor, di lapangan tenis, kita selang seling biar tidak bosan,” kata pemain yang pernah merebut medali perak SEA Games tersebut. “Yang pasti saya juga menjaga pola makan, mulai dari membatasi porsi makan dan membatasi jam makan. Saya terakhir makan jam delapan malam,” pungkasnya.

Artikel Tag: Liga 1, Persebaya Surabaya, Patrich Wanggai



Sumber