September 27, 2020

Kroos Menduga Bale Marah Karena Kegagalan Transfer Tahun Lalu

Gareth Bale dalam posisi menggantung di Real Madrid. (ist)

Kroos menduga Bale marah karena kegagalan Transfer tahun lalu. Transfer Gareth Bale ke club China dibatalkan saat mendekati teken kontrak.

antvklik.com – Situasi Gareth Bale di Real Madrid tidak memuaskan untuk semua orang. Rekan setimnya Toni Kroos yang mengindikasikan bahwa pemain sayap asal Wales itu masih agak marah saat ditolak transfer pada 2019.

Bale hampir meninggalkan Santiago Bernabeu pada musim panas lalu ke club China Jiangsu Suning dianggap sebagai tujuan berikutnya atau kembali ke Liga Premier Inggris.

Jiangsu Suning dilaporkan menawari Bale kontrak yang menggiurkan, akan tetapi Real Madrid membatalkan kesepakatan mereka di saat-saat terakhir.

Pelatih Madrid Zinedine Zidane bersikeras bahwa pemain berusia 31 tahun itu tetap masuk dalam rencananya pada saat itu, meski club mendatangkan Luka Jovic dari Eintracht Frankfurt dan Eden Hazard dari Chelsea.

Namun, Bale tidak bisa mendapatkan tempat reguler dalam di skuat Madrid untuk musim 2019-20. Ia tampil hanya 20 kali di semua kompetisi sedangkan Karim Benzema telah menjadi pusat perhatian sebagai penyerang pilihan pertama Madrid.

Mantan Tottenham itu tidak terlalu berperan dalam perjalanan Madrid meraih gelar La Liga ke-34 dan terlihat canggung selama perayaan juara di Bernabeu menyusul kemenangan atas Villarreal pada 16 Juli.

Bale musim ini lebih sering diberitakan karena tindakannya selama berada di bangku cadangan dibandingkan performanya di lapangan sejak kompetisi dimulai kembali usai sempat ditangguhkan akibat pandemi virus corona.

Rekan setimnya, Toni Kroos merasa sudah saatnya club memutuskan masa depannya.

“Tidak dapat disangkal bahwa situasinya tidak memuaskan bagi semua orang,” ujar Kross.

“Ia jelas tidak didatangkan untuk bermain sesedikit yang ia lakukan sekarang.”

Pemain berusia 30 tahun itu menambahkan bahwa Bale kemungkinan kesal terhadap para petinggi Madrid karena tidak membiarkannya pergi musim panas lalu.

“Saya yakin bahwa ia ingin pergi musim panas lalu pada prinsipnya dan bahwa club mengindikasikan setuju pada awalnya dan kemudian tidak lagi. Saya tidak tahu apakah ia masih agak marah tentang hal itu. Itu subjek yang sulit.”

Sumber