September 22, 2020

Manchester United Bisa Kalah Saing dengan Chelsea di Bursa Transfer > Berita Manchester United

Musim 2019/2020 sudah berakhir. Kini Manchester United harus beralih ke fase penyiapan rencana paling terbaik untuk menyambut musim depan. Namun di tengah situasi ini, agaknya manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer, harus berhati-hati dengan gerak cepat yang dilakukan Frank Lampard dan Chelsea. Terutama di bursa transfer.

Kenapa begitu? Apa maksudnya harus berhati-hati?

Mungkin United perlu menyadari bahwa musim lalu Chelsea adalah club pesaing terkuat di posisi empat besar. Meski tiga dari empat pertemuan dimenangkan oleh United, tapi itu bukanlah berarti mereka bisa santai-santai saja dalam melihat pergerakan Chelsea. Jangan terkecoh. Pasalnya hanya ada jarak yang tipis antara Manchester United dan Chelsea di musim lalu.

Kesejajaran antara kedua club itu pun terlihat jelas. Keduanya masih berada dalam fase “membangun tim”, usai gagal menantang gelar Premier League dalam beberapa tahun. Kedua club itu bahkan dilatih oleh legendanya sendiri. Ole Gunnar Solskjaer dan Frank Lampard. Mereka juga fokus pada pemain muda dan bermain sepakbola menyerang –meski dengan alasan yang berbeda.

Tidak sampai di situ saja. Faktanya United dan Chelsea menyelesaikan poin yang sama di tempat ketiga dan keempat klasemen akhir Premier League. Tiga kemenangan United atas Chelsea, sekali lagi, memang seolah menunjukkan ketidakseimbangan. Tapi The Blues berhasil membalasnya di semifinal Piala FA. Semua orang sekarang melihat United dan Chelsea adalah dua tim yang akan mengancam status Liverpool dan Manchester City.

Di satu sisi, demi liga yang lebih kompetitif dan menarik, perburuan gelar juara dari tiga atau empat club pun adalah suatu keharusan. Kendati memang suporter United saat ini sangat khawatir tentang di mana posisi tim kesayangan mereka itu dalam konteks barusan. Pasalnya, mereka melihat dari perspektif yang masuk akal, yaitu dari Ed Woodward dan Abramovich. Yang sudah jelas mereka membandingkan tentang visi dari kedua pemilik club tersebut.

Ditambah lagi, perbedaan barusan bisa terlihat dari aktivitas rumor transfer Chelsea yang kian hari mengabarkan kedatangan Kai Havertz, Ben Chilwell dan Thiago Silva. Semua pemain ini kemungkinan akan tiba di Stamford Bridge pada waktunya. Dan sudah pasti kedatangan mereka akan meningkatkan kualitas tim Lampard untuk menjembatani jarak memenangi Premier League.

Sedangkan United, sampai saat ini masih berada dalam ketidakjelasan terkait transfer Jadon Sancho. Mereka tidak terlalu aktif dibicarakan dengan banyak pemain seperti yang dialami oleh Chelsea. Hal ini seolah tampak seperti angin lewat saja. Seolah tiga tahun tanpa trofi tidak cukup menyakitkan bagi Setan Merah. Sekarang, United terlihat kalah dari Chelsea dari segi transfer pemain. Tidak ada argumen lain selain bahwa Chelsea telah melakukan bisnis yang luar biasa pada bursa transfer kali ini.

Sebelum bursa transfer resmi dibuka, The Blues bahkan telah mengamankan Timo Werner dari RB Leipzig, dan beberapa bulan sebelumnya telah menyambut wajah baru Hakim Ziyech dari Ajax. Sekarang, prospek menambah salah satu pemain bertahan kiri terbaik Inggris, pemain bertahan tengah finalis Liga Champions, dan bakat muda terbaik Bayer Leverkusen, memberi Lampard dorongan semangat menyambut musim depan.

usai dilarang merekrut pemain di musim lalu, bos Chelsea itu juga mempromosikan bintang akademinya. Dan saat ini ia siap untuk memadukannya dengan pemain-pemain baru dari dalam dan luar negeri yang direkrut oleh klubnya. Sementara itu, ia pun didukung 100% oleh Abrahamovic dalam persoalan membangun tim. Bahkan, menurut Sky Sports, Lampard diberi jatah transfer kurang lebih dari 200 juta paun. Sokongan dana ini benar-benar sangat luar biasa.

Seharusnya sokongan barusan bisa menjadi pukulan bagi United. Mereka tidak boleh lagi membawa malapetaka dan kesuraman di bursa transfer. Apalagi hanya adem ayem saja dengan kisah rumor transfer yang terus-menerus didengungkan. Ya siapa lagi selain Jadon Sancho. Meski ia sempat dikaitkan dengan Chelsea, akan tetapi United harus bisa mendapatkan pemain itu jika mereka berniat merekrutnya.

Karena di sisi lain, United masih lebih mungkin untuk merekrut Sancho, dan itu setidaknya bisa menyaingi aktivitas produktif Chelsea pada persoalan perekrutan pemain. Karena sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa para suporter Setan Merah masih banyak yang frustrasi. Mereka pasti berpikir, “jika merekrut Sancho saja kesulitan, bagaimana bisa merekrut lima pemain seperti Chelsea”.

Masih ada waktu untuk memulai semua itu. Manchester United masih bisa lebih unggul daripada Chelsea. Mereka masih punya Dean Henderson –yang ingin direkrut Chelsea–, dan kehadirannya bisa dimulai dengan kesepakatan yang lebih baik. Ia bisa memainkan perannya di tim utama, dan itu akan menjadi babak baru dari kualitas kiper United. Kemudian mereka juga harus bisa segera memenuhi harga yang diminta Borussia Dortmund untuk Sancho.

Tapi opsi semacam itu minimal bisa dilakukan United dalam beberapa minggu ke depan. Masih ada opsi lain yang perlu segera mereka lakukan seperti membeli penyerang tengah atau merekrut Jack Grealish. Selain itu juga mereka perlu merekrut pemain bertahan untuk posisi pemain bertahan tengah atau pemain bertahan kiri, yang memang masih tampak lemah di musim lalu. Dan Solskjaer pasti tahu pemain mana yang harus direkrut dan bisa melengkapi timnya.

Yang terpenting, United jangan sampai seperti Everton di musim panas 2017. Di mana ketika itu mereka mendatangkan Gylfi Sigurdsson, Wayne Rooney dan Davy Klaassen secara berurutan. Serta dilanjut dengan membawa Michael Keane, Jordan Pickford dan Sandro Ramirez ke Goodison Park. Para pundit sempat memprediksi The Toffees bisa masuk ke empat besar. Tapi kenyataannya, musim Everton harus berakhir dengan pertempuran di zona degradasi.

Pada intinya, tidak ada yang menyarankan United harus memiliki langkah yang sama seperti Chelsea. Atau malah melakukan aktivitas bisnis transfer yang tampaknya bagus, namun tidak menjamin kesuksesan sama sekali. United hanya perlu menemukan jalan tengah yang tepat, merekrut pemain yang tepat, dan memberi Solskjaer peluang besar untuk melakukan kemajuan di musim depan. Jelas, tidak bisa tidak, itu semua harus diawali dari pergerakan mereka di musim panas ini.



Sumber