September 28, 2020

Masalah Klasik Real Madrid di Bursa Transfer Musim Panas: Sulit Jual Gareth Bale

BolaSkor.com – Pergerakan Real Madrid bertolak belakang 180 derajat di bursa transfer musim panas ini dibanding tahun lalu. Apabila musim lalu mereka jor-joran belanja pemain dari Eden Hazard hingga Eder Militao, tahun ini transfer Madrid relatif sepi.

Pandemi virus corona yang berdampak pada kondisi finansial club-club Eropa juga menerjang Madrid. Alhasil mereka baru bisa merekrut pemain anyar apabila terlebih dahulu menjual pemain dalam skuad besutan Zinedine Zidane.

Tak ayal Madrid saat ini lebih memilih memanggil kembali pemain-pemain yang dipinjamkan ke club lain musim lalu, seperti halnya Martin Odegaard yang musim lalu membela Real Sociedad.

Dua nama yang masuk daftar jual Real Madrid adalah James Rodriguez dan Gareth Bale. Keduanya jarang main di bawah arahan Zinedine Zidane. Nasib James lebih baik karena ia semakin dekat bereuni dengan eks pelatihnya Carlo Ancelotti di Everton.

Baca Juga:

Profil Calon Juara dan Tim Kuda Hitam LaLiga 2020-2021

Beda Perlakuan Ryan Giggs dan Zinedine Zidane terhadap Gareth Bale

Sempat Jual Mahal, Real Madrid Kini Bersiap Lepas Gareth Bale secara Gratis

Gareth Bale

Dibanding James nasib Bale lebih tak menentu. Pemain asal Wales tidak masalah tak dimainkan oleh Zidane dan menyelesaikan kontraknya yang tersisa dua tahun di Madrid, permasalahannya ada pada pihak club.

El Real berusaha menjualnya karena gaji yang besar dan tak lagi jadi pemain reguler di Madrid, plus uang penjualannya bisa dibelikan pemain baru lainnya, namun permasalahannya agen Bale Jonathan Barnett pintar bernegosiasi.

Barnett berulang kali menegaskan Bale tidak akan pergi dari Madrid sampai kontraknya berakhir. Tak ayal Madrid menghadapi masalah klasik di bursa transfer musim panas ini: menjual Gareth Bale.

Marco Ruiz menulis di AS bahwa sulit bagi Madrid menjual Bale sebab gajinya dan banderolnya yang tinggi.

“Gareth Bale bisa pergi dua kali dalam beberapa tahun terakhir. Tapi Real Madrid sekarang akan merasa hampir tidak mungkin untuk menyingkirkan pemain asal Wales yang bergaji tinggi itu.”

“Jika mudah, Gareth Bale pasti sudah pergi sekarang. Tapi ternyata tidak. Gajinya yang tinggi dan fakta bahwa hanya sedikit club yang bersedia menebusnya, membuat menyingkirkannya menjadi operasi yang sangat sulit.”

Kondisi itu jelas tidak ideal bagi kedua kubu: Madrid mengeluarkan gaji besar untuk pemain yang jarang tampil, sementara kondisi Bale tidak ideal ketika membela timnas Wales (plus ritme bermain berbeda).

Kekhawatiran sudah disampaikan oleh Ryan Giggs. Pelatih timnas Wales itu menilai Bale harus bermain lebih banyak lagi di level club untuk menjaga kebugarannya. Secara tidak langsung Giggs berharap Bale bisa melakukannya di Madrid atau hengkang ke club lain.

“Dengan situasinya, itu tidak berubah. Saya selalu senang dengan Gareth saat dia datang ke sini. Dia hebat di sekitar pemusatan lagihan dan dijadikan panutan oleh semuanya,” tutur Giggs.

“Seperti pemain lain, dia perlu mendapatkan lebih banyak waktu pelatihan dan lebih banyak menit.”

“Saya senang dengan Gareth malam itu bahwa dia bisa mendapatkan 45 menit bermain. Dia hanya melakukan pelatihan dua atau tiga hari. Finlandia adalah tim fisik yang kuat dan menyulitkan kami sehingga dia akan menjadi lebih baik selama 45 menit itu.”



Sumber