March 3, 2021

Menyesuaikan Diri Dengan Ketenaran, Ini Pendapat Simona Halep

Berita Tenis: Musim ini Simona Halep sukses mengantongi gelar di Dubai, Praha, dan Roma dengan masing-masing mengalahkan Elena Rybakina, Elise Mertens, dan Karolina Pliskova di final.

Di Australian Open musim ini, petenis berusia 29 tahun melaju ke semifinal (kalah dari Garbine Muguruza) dan di French Open, langkahnya terhenti di babak keempat (kalah dari Iga Swiatek).

Baru-baru ini, akun Instagram Behind the Racquet merilis kisah petenis berkebangsaan Rumania terkait langkahnya menuju kesuksesan yang berlangsung pada musim 2014 ketika ia melaju ke final Grand Slam pertama dalam kariernya di French Open.

“Pada musim 2014, tenis mengubah kehidupan saya. Saya melakoni final Grand Slam pertama saya di Roland Garros. Tidak ada petenis Rumania yang pernah melakoni final Grand Slam sejak 1978. Emosi saya membuncah dan semua orang memiliki ekspektasi tinggi terhadap masa depan saya. Mereka mulai berpikir bahwa saya bisa memenangkan gelar Grand Slam,” jelas Halep.

“Saya tiba-tiba menjadi populer. Orang-orang di jalan mengenali saya dan meminta untuk berfoto atau meminta tanda tangan saya. Itu perubahan besar, cukup sulit untuk ditangani, akan tetapi saya banyak belajar kala itu. Saya berusaha menikmati semua perhatian, akan tetapi itu cukup membuat stress, karena hal itu membutuhkan banyak energi.”

“Saya tidak ingin kehilangan fokus atas karier saya. Saya berusaha menemukan keseimbangan. Saya bersikap ramah dan terbuka terhadap para penggemar, akan tetapi di waktu yang sama saya tetap fokus bekerja keras demi mencapai hasil positif di lapangan.”

Namun, di final French Open musim 2014, petenis peringkat 2 dunia kalah dari Maria Sharapova usai melalui tiga set.

Ia kembali mendapatkan peluang untuk memenangkan gelar Grand Slam di French Open musim 2017 dan Australian Open musim 2018, akan tetapi lagi-lagi ia berakhir menjadi runner up usai masing-masing kalah dari Jelena Ostapenko dan Caroline Wozniacki.

Kesuksesan di Grand Slam akhirnya tiba di French Open musim 2018 ketika ia menumbangkan Sloane Stephens di partai puncak. Koleksi gelar Grand Slamnya bertambah usai ia menundukkan Serena Williams di final Wimbledon musim 2019.

“Pertama-tama, saya merasa harus membuktikan diri kepada dunia bahwa saya bisa tetap menang. Motivasi itu mendorong saya untuk berkembang setiap hari dan selalu ada dalam hati saya. Selama bermusim-musim, kemampuan saya telah berkembang dalam menangani aspek positif maupun negatif dari sebuah tekanan,” papar Halep.

“Saya menghadapinya usai kemenangan luar biasa. Saya menghadapi tekanan dan berusaha untuk tidak selalu bergantung kepada kesuksesan. Hal yang paling penting adalah bekerja keras. Jika anda mengerahkan 100 persen kemampuan anda, anda tidak akan memiliki penyesalan. Saya tidak pernah takut untuk gagal.”

“Jika anda belum meraih kesuksesan, itu artinya anda belum cukup baik dan untuk itu anda harus bekerja, bahkan lebih keras.”

Artikel Tag: Tenis, French Open, Simona Halep