September 25, 2020

Para Pemain Sangat Antusias Menatap Turnamen Beruntun di Denmark

Berita Badminton : Para pebulutangkis papan atas Malaysia, dipimpin oleh pemain tunggal putra nomor 10 dunia, Lee Zii Jia, antusias untuk menikmati triple treat di Denmark pada bulan Oktober, berkat kalender World Tour yang direvisi dari Federasi Badminton Dunia (BWF).

Jika semua berjalan sesuai rencana, Zii Jia dan beberapa pemain lainnya akan ambil bagian dalam tiga turnamen beruntun di Denmark.

Turnamen tersebut adalah kejuaraan Piala Thomas-Uber di Aarhus pada 3-11 Oktober dan diikuti oleh Danisa Denmark Open 1 (13-18 Oktober) dan Denmark Open 2 (20-25 Oktober) di Odense.

Sementara beberapa pemain akan kembali ke rumah usai kejuaraan, juara SEA Games 2019, Zii Jia dan beberapa lainnya di 32 besar klasemen peringkat, akan tetap bersaing di dua turnamen Open yang menawarkan hadiah uang yang menguntungkan dengan total US $ 750.000 atau berkisar 11 miliar rupiah di setiap turnamen.

Penampilan yang bagus juga akan meningkatkan peluang para pemain untuk tampil di World Tour Finals pada bulan Desember.

Pemain lain yang akan bersaing di ketiga turnamen tersebut adalah pasangan ganda putra, Aaron Chia/Soh Wooi Yik (9 dunia), Soniia Cheah (29 dunia), Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean (14 dunia ganda putri) serta Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dan Goh Soon Huat/Shevon Lai (No. 11 dan 12 dunia ganda campuran).

Pebulutangkis profesional, Goh V Shem/Tan Wee Kiong (14 dunia) dan Teo Ee Yi/Ong Yew Sin (15 dunia) juga akan berkompetisi di tiga turnamen berturut-turut jika mereka terpilih masuk skuad Piala Thomas.

Pasangan ganda campuran peringkat 6 Dunia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying hanya akan bertanding di dua turnamen open karena mereka tidak dibawa untuk Piala Thomas dan Uber.

Kepala pelatih Federasi Badminton Malaysia (BAM) Wong Choong Hann telah memberikan acungan jempol kepada badan dunia atas perencanaan baik mereka.

“Kami senang dengan BWF untuk merevisi kalender. Mereka telah mengurangi jumlah turnamen akan tetapi masih memberikan kesempatan bagi pemain untuk bermain di kompetisi level atas,” kata Choong Hann.

“Mereka telah memberikan ruang bagi para pemain untuk bernafas di antara turnamen dan pada saat yang sama, mengambil langkah-langkah hebat untuk memastikan semua pemain akan aman selama turnamen ini. Mereka juga membatasi waktu perjalanan,” ungkapnya.

“Semua ini membutuhkan perencanaan yang cermat dan banyak koordinasi dan saya senang badan dunia telah mengeluarkan pengaturan ini untuk para pemain,” Choong Hann menambahkan.

Alih-alih membebani para pemain dengan 16 turnamen dalam 16 minggu, badan dunia itu memutuskan untuk menjadi tuan rumah hanya dua Open di Eropa (Denmark) dan dua di Asia.

Kedua leg di Asia akan digelar mulai 10-15 November dan 17-22 November, akan tetapi mereka belum memutuskan negara tuan rumah.

Choong Hann berkata mereka akan mengirimkan pemain terbaik mereka untuk semua turnamen.

“Tentu, akan sangat bagus jika para pemain kami bisa bermain bagus di ketiga turnamen di bulan Oktober. Untuk saat ini, kami menunggu badan dunia untuk mencairkan peringkat dunia, selanjutnya kami akan memfinalkan pemain untuk turnamen ini,” katanya.

BWF telah membekukan peringkat dunia usai All England pada bulan Maret, yang adalah turnamen terakhir yang dimainkan tahun ini sebelum Covid-19 menghentikan semua aktivitas mereka.

Artikel Tag: BWF, World Tour, Piala Thomas 2020



Sumber