October 20, 2020

Rafael Nadal Siap Lalui Tantangan Terbesar Di French Open 2020

Berita Tenis: Kondisi cuaca yang lebih dingin dan bola yang berbeda mungkin akan membuat para petenis kewalahan untuk memenangkan gelar French Open musim ini, akan tetapi Rafael Nadal masih menjadi petenis yang harus dikalahkan di Grand Slam tersebut.

Kurang lebih dalam satu dekade terakhir, French Open dan Nadal tampak ditakdirkan satu sama lain usai bintang tenis Spanyol memenangkannya dalam 12 kesempatan.

Petenis yang dijuluki Raja Clay-court baru kalah dua kali di Roland Garros, Paris, yakni dari Robin Soderling pada musim 2009 dan Novak Djokovic pada musim 2015, sementara cedera membuatnya harus absen dari Grand Slam tersebut pada musim 2016.

Namun, French Open musim ini mungkin akan menyuguhkan tantangan terbesar yang belum ia hadapi sebelumnya. Tidak hanya ia harus berhadapan dengan petenis peringkat 1 dunia yang musim ini tengah memanas, Djokovic, ia juga harus mengatasi Dominic Thiem, juara Grand Slam teranyar usai memenangkan US Open awal bulan ini dan petenis yang ia kalahkan di final French Open dalam dua musim terakhir.

usai jadwal French Open dipindahkan pada musim yang unik ini, kondisi musim gugur di Paris mungkin juga akan menjadi tantangan terbesar bagi petenis peringkat 2 dunia.

Kekalahan bintang tenis Spanyol di Roma minggu lalu dalam kondisi yang lembab dan berat, sehingga membuat topspin bertenaga, yang biasanya sulit diserang lawan ketika kondisinya kering dan hangat, sedikit teratasi dan ia menderita kekalahan yang mengejutkan dari Diego Schwartzman. Perubahan kondisi cuaca tersebut adalah salah satu yang ia sadari.

Tidak seperti musim-musim sebelumnya, petenis berusia 34 tahun tiba di Paris musim ini dengan tidak banyak melakoni pertandingan di clay-court. Pada musim-musim sebelumnya, ia setidaknya telah memenangkan dua gelar turnamen clay-court sebelum menuju Paris, seperti di Monte Carlo, Barcelona, Roma, atau Madrid. Kali ini, ia baru melakoni tiga pertandingan kompetitif di clay-court sejak Februari lalu.

Namun petenis yang kita bicarakan adalah Nadal, petenis yang akan berusaha untuk menyamai koleksi 20 gelar Grand Slam yang dikantongi Roger Federer di lapangan kecintaannya. Sepenuhnya prima, termotivasi, dan masih cukup sulit untuk dilumpuhkan pada pertandingan lima set, ia masih difavoritkan untuk memenangkan gelar Grand Slam di Paris musim ini.

Mantan petenis peringkat 1 dunia, Jim Courier mengungkapkan, “Di atas kertas, ia pastinya difavoritkan. akan tetapi saat ini tidak mudah bagi Rafa usai enam bulan vakum. Ia adalah salah satu petenis yang tidak melakoni ajang eksibisi selama vakum. Ia secara terbuka mengungkapkan bagaimana ia membutuhkan pertandingan demi merasa nyaman dan percaya diri. Pastinya ia akan merasa cemas. akan tetapi saya pikir hal itu tidak akan banyak mengganggunya pada pekan pertama.”

Sementara mantan petenis berkebangsaan Inggris, Mark Petchey menuturkan, “Ada bola yang berbeda pada musim ini, mereka menggunakan Wilson, tampaknya lebih lambat dari bola musim lalu yang berasal dari Babolat, dan bolanya lebih besar, yang akan membuat semuanya semakin berat bagi Rafa. Petang akan makin pendek dan rata-rata temperaturnya akan lebih dingin pada bulan September-Oktober, yang itu artinya bola akan melambung lebih rendah. Ia harus beradaptasi. akan tetapi saya masih mengharapkan untuk melihatnya di final.”

Namun, petenis peringkat 2 dunia telah melalui rintangan yang lebih besar, yakni pulih dari cedera serius tepat waktu demi siap tampil di Grand Slam favoritnya. Ia tahu betul lebih dari siapapun apa yang harus ia lakukan untuk tampil apik di Paris dan seperti biasa, ia akan berjuang demi setiap poin dan mengerahkan segalanya demi mencapai tujuan.

Jika Nadal bisa mengatasi semua rintangan yang menghadang, maka gelar French Open ke-13 akan menjadi hadiah yang tepat atas kerja kerasnya.

Artikel Tag: Tenis, French Open, Rafael Nadal



Sumber