December 5, 2020

Solskjaer: Krisis virus bisa ganggu rencana transfer pemain MU

Jakarta (ANTARA) – Manchester United kemungkinan mengalami pukulan finansial yang lebih besar akibat pandemi COVID-19 dibanding rival-rival mereka, dan masih belum jelas dana apa yang tersedia untuk mengontrak pemain pada bursa transfer yang akan datang, kata manajer Ole Gunnar Solskjaer.

United menarik target finansial tahunan mereka pada Mei usai kehilangan sekitar 23 juta pound (sekitar Rp402,7 miliar) dalam pendapatan triwulanan karena musim dihentikan sementara akibat krisis virus corona.

Liga Premier Inggris dimulai kembali bulan ini namun penggemar dilarang untuk menghadiri pertandingan dan Solskjaer mengatakan, United yang juga mempunyai utang 429 juta pound (sekitar Rp7,5 triliun) akan mengadopsi pendekatan yang hati-hati dalam pengeluaran.

Baca juga: Klopp: Liverpool masih lapar raih lebih banyak gelar

Baca juga: Chelsea sang penentu

“Kami harus memandang luas sendiri terhadap berbagai hal untuk melihat seberapa keras kami terpukul,” kata Solskjaer kepada wartawan menjelang pertandingan perepat final Piala FA, Sabtu, di Norwich City seperti dikutip Reuters.

“Bukan saya yang mengatakan kami akan punya sejumlah X karena saya sungguh tidak tahu. Kami club yang kuat secara finansial, tapi kami juga mungkin terpukul lebih dari yang lain.”

United berada di urutan kelima Liga Premier Inggris, lima poin di belakang Chelsea yang berada di posisi keempat, dengan tujuh pertandingan tersisa yang belum dimainkan.

Bersama dengan tim urutan kedua Manchester City menghadapi larangan Eropa karena melanggar aturan finansial UEFA, posisi kelima seharusnya menjamin lolos ke Liga Champions, kecuali City memenangi banding di Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga.

City akan mengetahui nasib banding mereka bulan depan, sementara United bisa juga lolos ke kompetisi elit Eropa dengan memenangi Liga Europa musim ini.

“Mari kita lihat seberapa cepat kami bisa mendapatkan penggemar kami kembali ke dalam stadion,” tambah Solskjaer.

“Masih banyak ketidakpastian dan tiga atau empat bulan ini, setiap pebisnis di dunia, setiap pesepakbola di dunia, saya kira semua orang masih belum yakin apa efeknya nanti.”

Sumber