September 25, 2020

Tanggapan PSMS Medan Terkait Dilarang Aktifitas Transfer Pemain Padahal Banyak Rekrut Pemain Bintang

TRIBUNSUMSEL.COM – Manajemen PSMS Medan menampik tuduhan terhadap timnya yang dianggap telah menunggak pembayaran gaji pemain pada gelaran Liga 2 2019.

 
PSMS Medan tengah dihadapkan pada persoalan sengketa gaji pemain jelang bergulirnya Liga 2 2020.

Tim berjulukan Ayam Kinantan itu dituding tidak membayarkan gaji salah satu pemainnya, Mohammadou Al Hadji, saat mengikuti gelaran Liga 2 2019.

PSMS pun mendapat sanksi dari Badan Penyelesaian Sengketa Nasional (NDRC) untuk membayar kewajibannya kepada Al Hadji sebesar Rp 150 juta.

Akan akan tetapi, manajemen PSMS Medan menampik tudingan tersebut.

Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja, menyebut bahwa kasus yang dibawa ke NDRC adalah gaji pemain yang kontraknya tidak diperpanjang di putaran kedua Liga 2 2019.

“Kalau menunggak gaji artinya kami tidak membayar pemain yang sudah ‘berkeringat’,” ucap Julius dilansir Bolasport.com dari Antara.

“Untuk kasus yang dibawa ke NDRC itu tentang gaji pemain usai kontraknya tidak diperpanjang di Liga 2 musim 2019,” katanya menambahkan.

Julius sendiri mengaku bila pada Maret lalu timnya memang mendapat teguran dari NDRC.

Hanya saja, Julius menilai teguran dari NDRC itu kurang tepat sasaran karena Al Hadji memang tidak dibayar karena sudah dilepas oleh PSMS Medan.



Sumber