January 28, 2021

Thanasi Kokkinakis Membeberkan Perjuangan Keras Lawan Penyakit Ini

Berita Tenis: Thanasi Kokkinakis mengawali musim 2020 terhubung dengan mesin yang memonitor pernafasannya ketika ia berjuang untuk pulih dari demam kelenjar.

Satu musim kemudian, petenis berkebangsaan Australia siap mengawali musim yang baru, akan tetapi kenangan ketika ia menghabiskan waktu di rumah sakit belum sepenuhnya pudar.

“Itu cukup parah, akan tetapi pada akhirnya saya berpikir, ‘Tentu, saya tidak akan mati’,” ungkap Kokkinakis kepada News Corp.

“Jadi, saya mematikan monitornya sejenak untuk mencoba tidur, karena saya membuat diri saya gila.”

Jika sesuatu bekerja dengan baik bagi petenis peringkat 260 dunia, ia akan benar-benar menekuninya.

“Hal itu terkadang adalah hal yang positif tentang diri saya, akan tetapi itu juga menjadi hal yang negatif tentang saya. Saya sangat pemikir, jadi jika sesuatu benar-benar akan membantu saya, saya hanya akan melakukannya untuk waktu yang cukup lama,” tambah petenis berkebangsaan Australia.

“Terkadang hal itu memiliki dampak positif, akan tetapi di lain waktu, dampaknya negatif. Pastinya, saya belum menemukan keseimbangan yang tepat.”

Salah satu legenda tenis Australia, Mark Philippoussis selalu ada bagi petenis peringkat 260 dunia dan ia yakin bahwa petenis berusia 24 tahun masih memiliki waktu untuk melalui karier cerah di turnamen.

“Ia bekerja keras, ia memiliki kemampuan mengambil keputusan yang baik, ia sebenarnya tertarik dengan mendengarkan saran, dan ia bersyukur bahwa saya berada di lapangan bersamanya,” ungkap Philippoussis.

“Saya memiliki banyak waktu untuk seseorang seperti dirinya. Ia masih muda dan tidak perlu panik. akan tetapi hal yang harus ia pahami adalah bahwa ia bukan pemula lagi, ia berusia 24 tahun, ia mengetahui di mana ia seharusnya berada, dan apa yang ia butuhkan.”

“Saya pikir ia mulai memahaminya dan mulai ada hal yang mendesak tentang dirinya sebagai seorang petenis dan atlet.”

Petenis berusia 24 tahun telah membuktikan bahwa ia bisa berkompetisi melawan petenis terbaik dunia seperti pada musim 2018 ketika ia secara mengejutkan berhasil menumbangkan Roger Federer di Miami.

“Jika saya kembali dan kalah dari semua petenis, saya akan berpikir mengapa saya melakukan ini,” aku Kokkinakis.

“akan tetapi ketika saya kembali, saya sebenarnya cukup kompetitif dan mengalahkan beberapa petenis handal. Hal tersebut membuat saya berpikir seperti, ‘Tunggu, jika saya bisa tetap sehat untuk waktu yang cukup lama, saya sebenarnya memiliki peluang unutk melakukan hal yang cukup baik di olahraga ini’.”

Artikel Tag: Tenis, Thanasi Kokkinakis, Roger Federer