October 1, 2020

Transfer Pemain Tabu buat Suporter!

Bola.com, Jakarta – Beberapa pemain sepak bola dikenal sangat loyal terhadap club yang dibelanya. Bahkan ada sejumlah pemain yang benar-benar hanya pernah memperkuat satu club.

Pemain berlabel sangat loyal itu antara lain Gary Neville, Ryan Giggs, Javier Zanetti, Paolo Maldini, hingga Francesco Totti. Mereka akhirnya menjadi simbol-simbol loyalitas di kancah sepak bola.

Seperti kehidupan yang harus seimbang, prinsip yang sama juga berlaku di sepak bola. Jika ada beberapa pemain yang loyal, maka ada pula sosok-sosok dicap tak setia, bahkan dilabeli pengkhianat.

Label pengkhiatan tentu saja tak disematkan begitu saja. Ada alasan kuat yang membuat suporter melabeli pemain sebagai seorang pengkhianat.

Sejatinya perpindahan pemain di sepak bola profesional adalah hal yang wajar. Hak pemain untuk memperbaiki atau menata kariernya dengan berganti club.

Tapi ada etika tak tertulis: Seorang pemain diharamkan pindah ke club rival. Jika hal itu terjadi sia-siap Anda dicap penghianat.

Yang terkini, kepindahan Willian dari Chelsea ke Arsenal. Keputusan penyerang sayap asal Brasil tersebut hengkang dari The Blues menuju The Gunners berpotensi memicu riak-riak konflik. Maklum saja, kedua club adalah rival abadi, sebagai sesama club asal kota London.

Di kancah sepak bola dunia, ada beberapa pemain bintang yang masuk daftar pemain yang paling dibenci fans karena dianggap berkhianat. Siapa saja mereka?

Fernando Torres

7. Fernando Torres – Chelsea memboyong striker karismatik Spanyol ini dengan harga 50 juta poundsterling dari Liverpool. Produktivitasnya menurun bersama The Blues hingga akhirnya dipinjamkan ke AC Milan. (AFP/Olly Greenwood)

Fernando Torres tidak pindah ke club yang menjadi musim terbesar Liverpool, yaitu Everton atau Manchester United. Tapi, dia menodai warisannya di Liverpool dengan pindah ke Chelsea pada 2011, di tengah musim yang buruk bagi The Reds.

Dia memang memberikan keuntungan yang besar karena Liverpool mendapatkan 50 juta pounds dari transfer tersebut. Namun, The Reds gagal menemukan pengganti yang sepadan dengan Torres.

Karier Torres di Chelsea tak berjalan mulus. Dia tak lagi menunjukkan ketajaman menakutkan seperti saat memperkuat Liverpool.

Jauh usai itu, Torres mengakui kehidupan di Liverpool benar-benar lebih nyaman ketimbang di London bersama Chelsea.

 

Michael Owen

Michael Owen adalah salah satu pemain yang pernah berseragam Liverpool dan juga MU. Striker berkebangsaan Inggris itu memulai karier di Liverpool dan sempat membela Setan Merah pada periode 2009-2012. (AFP/Paul Ellis)

Berbeda dengan Torres, Michael Owen dianggap melanggar batas karena pindah ke Manchester United, yang adalah rival tersengit Liverpool.

Pada akhir 1990-an hingga 2004, Owen menjadi pujaan fans The Reds, bahkan telah dilabeli legenda club.

Dia sebenarnya tidak pindah langsung dari Liverpool ke MU, tapi tetap saja dianggap dosa besar. Owen sempat bertualang ke Real Madrid dan Newcastle United, sebelum mengiyakan pinangan Setan Merah pada 2009. Fans Liverpool benar-benar tidak bisa menerima dan mencapnya sebagai pengkhianat.

Di Manchester United, Owen lebih banyak melakoni peran sebagai pemain cadangan. Namun, tetap saja dia mencatatkan momen gemilang, satu di antaranya mencetak gol pada Derbi Manchester di musim 2009-2010. Di Old Trafford Owen juga berhasil mencicipi gelar yang tak didapatnya saat di Liverpool, yaitu trofi Premier League.

Carlos Tevez

Keputusan kontroversial dilakukan Carlos Tevez saat pindah dari MU ke Manchester City di akhir musim 2008/2009. Bersama City, Tevez meraih gelar juara Premier League musim 2011/2012. (AFP/Andrew Yates)

Alasan Carlos Tevez masuk daftar ini sangat jelas. Dia memilih meninggalkan Manchester United pada 2009 dan menyeberang ke Manchester City. Meskipun nilai transfernya cukup besar, 25,5 juta pounds, fans Setan Merah tidak senang.

Tapi, bukan hanya itu yang membuat Tevex dianggap pengkhianat. Pada awal kariernya dia juga sudah dicap pengkhianat oleh suporter Corinthians. Saat itu. dia menolak bermain karena ingin pindah ke luar negeri. Dia akhirnya benar-benar meninggalkan Corinthians dan pindah ke West Ham United.

Luis Enrique

Luis Enrique saat masih berseragam Barcelona menghadapi Real Madrid di Santiago Bernabeu pada 19 April 2003. (AFP/PIERRE-PHILIPPE MARCOU)

Pada awal kariernya saat jadi pemain, Luis Enrique merumput bersama Real Madrid. usai tiga musim bersama El Real, dia memilih merapat ke Barcelona seiring kontraknya yang kedaluarsa.

Kepindahan pada 2004 tersebut sebenarnya tidak terlalu memicu kehebohan. Alasannya, Enrique tak pernah menjadi pemain andalan di Real Madrid. Enrique hanya mencetak 18 gol sepanjang berkarier di Santiago Bernabeu. Real Madrid juga tidak menunjukkan minat serius untuk terus menahannya karena tak menyodorkan perpanjangan kontrak.

Tapi, tetap saja transfer dari Real Madrid ke Barcelona dianggap tabu. Fans Real Madrid juga hanya bisa meratap karena di Barcelona menjelma jadi mesin gol. Dia membukukan 90 gol dalam 300 penampilan bersama Barca, serta memenangi dua gelar La Liga, dua trofi Copa del Rey, satu Piala Super Spanyol, Piala Winners, dan Piala Super Eropa.

 

Ashley Cole

Ashley Cole bermain di Arsenal tahun 1998-2006 sebelum pindah ke Chelsea. Bersama Chelsea, Cole meraih gelar Liga Inggris, 4 kali Piala FA, Liga Champions, dan Liga Europa. (AFP/Patrik Stollarz)

Pada 1999, pelatih Arsenal saat itu, Arsene Wenger, memberikan kepercayaan penuh kepada seorang pemain muda yang beroperasi di pemain bertahan kiri, Ashley Cole. Sang pemain kemudian menjelma menjadi satu di antara tulang punggung tim saat menjuarai Premier League 2003-2004 dengan rekor tak terkalahkan.

Dua tahun berselang, Arsenal menyodorkan kontrak baru senilai 55 ribu pounds per pekan. Cole tak tertarik dan dengan cepat menyambar tawaran gaji senilai 90 juta pounds dari Chelsea.

Cole menikmati karier gemilang di Chelsea, termasuk menjuarai Liga Champions 2012. Di saat bersamaan, Arsenal mengalami puasa gelar. Fakta itu membuat fans Arsenal kesal terhadap Cole.

Robin van Persie

1. Robin van Persie adalah andalan Arsenal untuk mencetak gol. Namun karena tak kunjung menjuarai Liga Inggris, akhirnya pindah ke Old Trafford. Bersama Setan Merah dia meraih gelar Premier League pertamanya. (AFP/Paul Ellis)

Robin van Persie membela Arsenal selama dua musim dan telah memberikan segalanya, termasuk 30 gol di liga pada musim terakhirnya bersama The Gunners. Pemain Belanda itu juga dipercaya sebagai kapten tim.

Pada musim panas 2012, Van Persie memicu kemarahan fans Arsenal karena menerima tawaran membelot ke Manchester United. Saat itu, rivalitas Arsenal dan Manchester United masih sengit.

Van Persie langsung dicap sebagai pengkhianat. Fans Arsenal makin dongkol karena pada musim 2012-2013 Van Persie berhasil merengkuh gelar Premier League bersama Setan Merah. Itu adalah gelar Premier League yang pertama bagi Van Persie.

Ronaldo Nazario

Ronaldo Luis Nazario da Lima memperkuat Real Madrid pada tahun 2002-2007. Peraih tiga gelar Pemain Terbaik Dunia ini mempersembahkan gelar La Liga, Piala Interkontinental, dan Piala Super Spanyol. (AFP/Christophe Simon)

Ronaldo Nazario akan selalu dikenang sebagai legenda sepak bola dunia yang mewariskan kenangan permainan indah. Namun, untuk urusan loyalitas kepada club, dia bukan sosok anutan.

Meskipun tak pernah pindah langsung antarklub yang punya rivalitas sengit, pemain Brasil itu pernah bermain untuk Real Madrid dan Barcelona sekaligus. Dia juga pernah merumput di AC Milan dan Inter Milan.

Untuk melengkapi label pengkhianat yang melekat pada dirinya, Ronaldo pernah pindah ke Corinthians usai berlatih beberapa bulan bersama Flamengo.

Luis Figo

Legenda Real Madrid, Luis Figo, memiliki label tersendiri bagi fans Barcelona. Kepindahannya dari Barcelona ke Real Madrid adalah salah satu drama terbesar di dunia sepak bola, bahkan Figo dilabeli sebagai penghianat abadi oleh fans Barcelona kala itu. (kolase foto AFP)

Agak disayangkan satu di antara pemain terbaik dunia dunia itu dilabeli pengkhianat. Tapi, ketika Anda meninggalkan tim Anda menuju rival terbesar, julukan itu tak terhindarkan.

Kepindahan Luis Figo ke Real Madrid pada 2000 benar-benar tak termaafkan karena saat itu dirinya sangat dicintai fans Barcelona.

Tak heran, Figo berbalik jadi musuh utama suporter El Barca. Bahkan dia pernah dilempari kepala babi saat pertandingan el clasico.

Sumber: Berbagai sumber

Video

Sumber