March 7, 2021

Tunggu Kejutan Diakhir Bursa

loading…

MANCHESTER – Tahan napas dan tunggu kejutan yang bisa terjadi pada penutupan bursa transfer pemain. Tak jarang, tekanan deadline transfer membuat club-club kerap melakukan pembelian tidak terencana dan di luar nalar kebutuhan.

Operasi tersebut tak selalu berhasil, tapi juga tidak juga gagal 100%. Pengalaman operasi pada detik-detik akhir bursa transfer pernah dilakoni club-club top Liga Primer, seperti dialami Liverpool. Pada Januari 2011, prioritas mereka mencari pengganti Fernando Torres yang hijrah ke Chelsea. Tapi, sudah mendapatkan Luis Suarez dari Ajax Amsterdam, Liverpool masih belum puas. (Baca: Amalan yang Dapat Mempercepat Datangnya Rezeki)

Mereka menjatuhkan pilihan pada penyerang Newcastle United, Andy Carroll yang ditebus seharga 35 juta poundsterling. Sayangnya, Carroll gagal memenuhi ekspektasi. Penyerang jangkung itu hanya mencetak enam gol dalam 26 pertandingan liga untuk Liverpool sebelum akhirnya bergabung dengan West Ham dalam kontrak permanen pada Mei 2013.

Kesalahan serupa juga pernah dilakukan Manchester City (Man City) saat mendatangkan Benjani Mwaruwari jelang penutupan bursa transfer Agustus 2008. Konferensi penyambutan telah disiapkan The Citizens, akan tetapi harus diundur karena sang penyerang telat datang karena tertidur dan melewatkan dua penerbangan ke Manchester.

Pada saat itu, Man City tampaknya merasa menyesal karena khawatir dengan cedera lutut Mwaruwari yang sudah berlangsung lama sehingga mencoba mundur dari kesepakatan awal. Seorang juru bicara Man City kemudian menyatakan kesepakatan itu belum tercapai sebelum tenggat waktu tengah malam akan tetapi, empat hari kemudian, Liga Primer mengonfirmasi bahwa telah menerima dokumen yang diperlukan tepat waktu dan kepindahan itu resmi selesai. (Baca juga: Masa Pendaftaran Beasiswa Unggulan Ditutup Hari ini)

Benjani membuat awal yang ideal untuk karier di Man City, mencetak gol pada debutnya dalam kemenangan 2-1 melawan Manchester United, akan tetapi cedera membatasi penampilannya. usai itu, bermain 22 pertandingan lebih lanjut dan mencetak tiga gol lagi selama periode dua tahun sebelum pergi pada 2010 ketika kontraknya berakhir.

Panic buying turut dilakukan Manchester United (MU). Kurang dari satu jam sebelum jendela transfer musim panas 2013 ditutup, The Red Devils mengonfirmasi penandatanganan Marouane Fellaini seharga 27,5 juta poundsterling, 4 juta poundsterling dari klausul rilisnya. Itu terjadi karena pelatih David Moyes baru menyadari klausul rilis Fellaini senilai 23,5 juta yang sudah melewati batas waktunya, 31 Juli dan MU terlambat bernegosiasi dengan Everton.

usai Moyes dipecat, karier Fellaini cenderung naik turun di bawah Louis Van Gaal dan Jose Mourinho hingga akhirnya hengkang ke club Liga Super China, Shandong Luneng pada Januari 2019. Total dari 177 penampilannya, Fellaini mencetak 22 gol. Di era Van Gaal, MU turut menggelontorkan dana senilai 168 juta poundsterling untuk memboyong tujuh pemain di bursa transfer musim panas 2014 di antaranya Radamel Falcao, Daley Blind, Angel di Maria, Timothy Fosu Mensah, Marcos Rojo, dan Ander Herrera, tapi itu tidak menjadi jaminan. Falcao, Di Maria, dan Rojo gagal bersinar.

Sumber