September 24, 2020

Usai Lecehkan Penduduk Afrika, Petinggi Schalke 04 Mengundurkan Diri

Berita Liga Jerman: Kepala dewan Schalke 04, Clemens Tonnies, akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya menyusul semakin meningkatnya gelombang protes dari pendukung The Royal Blues terkait penyataan rasisnya yang melecehkan penduduk Afrika.

Tonnies, yang kini berusia 64 tahun itu menjadi dewan pengawas Schalke 04 sejak 2001 yang lalu. Namun, keberadaannya di club mulai mendapat sorotan usai pidato kontroversialnya pada Agustus 2019 lalu, yang membuatnya mendapat skorsing selama tiga bulan dari dewan kehormatan club.

Semua bermula saat Tonnies mengungkapkan bahwa kelebihan populasi saat ini disebabkan oleh kurangnya pembangkit listrik di Afrika, sehingga membuat sebagian besar wilayah di Benua Hitam itu berada dalam kegelapan karena tak terjangkau aliran listrik. Minimnya penerangan di Afrika membuat banyak penduduknya yang melakukan hubungan seks di malam hari, hingga menyebabkan peningkatan angka kehamilan.

Seiring dengan komentarnya tersebut, para pendukung Schalke 04 terus mendesak Tonnies untuk mengundurkan diri. Hukuman tiga bulan yang dijatuhkan oleh dewan kehormatan club dinilai tidak cukup untuk menebus kesalahannya yang telah bersikap rasial pada penduduk Afrika.

Selain komentar negatifnya, Tonnies, juga dinilai tak lagi cakap menjadi dewan Schalke 04. Hal itu terlihat dari semakin meningkatnya jumlah hutang club, yang kemudian juga berpengaruh pada konsistensi permainan tim. Pada musim 2019/20, Schalke 04 yang sebelumnya sangat disegani di Bundesliga terpaksa harus puas mengakhiri kompetisi dengan berada di posisi ke-12, hanya mengumpulkan 39 poin dari 34 pertandingan.

Artikel Tag: Schalke 04, Bundesliga, Clemens Tonnies



Sumber