January 19, 2021

Valencia Jual Pemain Demi Tutupi Pengeluaran Operasional dan Bayar Utang

Valencia Jual Pemain Demi Tutupi Pengeluaran Operasional dan Bayar Utang

Gilabola.com – Presiden Valencia Anil Murthy menegaskan bahwa penjualan sejumlah pemain pada musim panas 2020 terjadi karena adanya penurunan pendapatan dan club harus mencari cara meenutupi pengeluaran operasional dan bayar utang.

Namun di saat yang sama pucuk pimpinan Los Che itu menolak anggapan bahwa club menjual pemain-pemain terbaik mereka. Pada bursa transfer terkini, Valencia melepas sejumlah pemain terkenalnya dan bisa dianggap sebagai pemain terbaik club: Rodrigo, Dani Parejo, Ezequiel Garay, Ferran Torres dan Francis Coquelin.

Menurut Murthy, para pemain yang tersisa saat ini di club lebih baik kualitasnya dibanding pemain-pemain yang dilepas pada musim panas 2020.

“Kami menjual para pemain itu dengan alasan yang sederhana, bahwa kami melihat penurunan pendapatan dari 200 juta Euro (Rp3,4 triliun) menjadi 100 juta Euro (Rp1,6 triliun),” kata Anil Murthy seperti dikutip dari Marca. “Jika Anda melepas para pemain itu, maka Anda tidak akan memiliki uang untuk membayar gaji, utang dan berbagai hal yang membantu para pemain atau operasional club.”

“Saya ulangi, Valencia tidak menjual pemain-pemain terbaiknya. Mereka masih bersama kami.”

Pada awal musim ini Valencia dihadapkan dengan berbagai permasalahan, seperti keinginan pelatih Javi Garcia untuk hengkang, performa tim yang di bawah ekspektasi dan penundaan pembayaran gaji skuad. Namun demikian Anil Murthy meyakinkan publik Mestalla bahwa segalanya berada dalam kendali, mengakui club akan mengandalkan pemain-pemain muda berbakat dari akademi pada masa mendatang.

“Saya rasa segalanya ditangani dengan baik. Krisis ini menghantam kami seperti badai tapi Liga Spanyol dan semua club bereaksi dengan sangat baik,” tambahnya. “Krisis ini cukup menakutan karena sekecil apapun masalah yang tidak bisa diselesaikan mampu menghancurkan club. Saat ini akademi sedang membangun identitas yang kuat bagi club. Saya menyebut ini sebagai Proyek Akademi.”