December 3, 2020

West Bandits Solo Ingin Buktikan di Musim Perdana

Jakarta, HanTer – Kompetisi basket kasta tertinggi di Tanah Air, Indonesian Basketball League (IBL) akan memasuki musim baru mulai 15 Januari 2021 mendatang. Pergerakan transfer pemain pun mulai menggeliat seiring persiapan liga dan club jelang kompetisi.

Seperti halnya kontestan baru di IBL, West Bandits (WB) Solo. Tim ini bisa dibilang jor-joran untuk melengkapkan skuatnya berlaga di musim 2021 nanti dengan merekrut para pemain yang berpengalaman pada musim-musim sebelumnya.

Sebut saja Mohamad Alan As’Adi , yang sudah delapan musim membela Bima Perkasa Yogyakarta yang dulu bernama Bimasakti Nikosteel. Kemudian terdapat nama mantan pemain Satria Muda Pertamina Jakarta, Citra Satria Jakarta, Garuda Bandung dan Bogor Siliwangi, Fadlan Minallah yang juga memutuskan untuk hijrah ke kota yang berjuluk Spirit of Java itu. 

Lantas terdapat nama Yogi da Silva, mantan punggawa Bima Perkasa, serta Mohammad Saroni, yang sempat membela tim Bima Perkasa di musim 2016-2017, kemudian masuk roster tim BTN CLS Knights Indonesia di ASEAN Basketball League (ABL) 2018-2019 sehingga merasakan gelar juara ABL, kemudian merasakan atmosfer kompetisi di Thailand Basketball Super League (TBSL) 2020 yang harus berakhir karena pandemi virus Covid-19. Pengalamannya berhadapan dengan pemain asing di liga Asia Tenggara, akan sangat bermanfaat bagi West Bandits.

Tak hanya diperkuat oleh para pemain yang sarat pengalaman. Tim debutan yang menggunakan jasa Jap Ricky Lesmana sebagai juru taktik yang tercatat belum pernah menangani tim profesional yang berlaga di IBL itu, juga akan memboyong sejumlah alumni Honda DBL ke timnya.

Di tangan pelatih fenomenal yang juga dikenal sebagai pelatih bertangan dingin, terutama di kelompok usia, West Bandits Solo telah dilengkapai pemain muda alumni DBL, seperti Rioga Deswara, yang adalah alumni Honda DBL All-Star 2013 dari SMA Cendana Pekanbaru. 

Kemudian Rizki Akbar Maulana yang pernah bermain di Liga Mahasiswa. Dirinya mengatakan ingin membuktikan diri saat tampil perdana di kompetisi IBL. “Saya datang kesini (West Bandits Solo, red) langsung join. Senang bisa gabung dengan keluarga besar West Bandits. Karena ini first time masuk IBL, jadi pengalaman pertama, pokoknya ingin membuktikan aja,” ucap Rizki beberapa waktu lalu disela-sela latihan.

Hadirnya West Bandits di pentas basket profesional Indonesia mengusung misi yang optimistis mampu mengubah industri basket Tanah Air, serta memiliki visi memberi tempat yang layak bagi pebasket Indonesia. “Kami sebagai club memiliki visi memajukan basket Indonesia. Kami ingin membentuk club yang dikelola secara profesional, sehingga para pemain bisa sejahtera,” ucap vice president West Bandits, Cesar Wilhelem beberapa saat lalu.

“Kalau dari klubnya sudah profesional, pemainnya sejahtera, maka industrinya bisa berjalan dengan baik. Itu yang mau kami tuju dengan bergabung ke IBL,” tambah Cesar Wilhelem, seperti dilansir IBL.

Sedangkan memilih Solo menjadi home base-nya, Cesar Wilhelem mengatakan ada unsur nostalgia yang mau dibangun West Bandits di sana. “Semua tahu Solo memiliki antusiasme tinggi terhadap basket. Namun, saat ini tak ada yang tim yang mewakilkan mereka di kasta tertinggi. Jadi, kami ingin mengajak masyarakat Solo agar kembali bernostalgia dan memiliki ikatan dengan club kota mereka seperti saat dulu bersama Bhineka,” pungkas Cesar.